You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
saluran phb kali sunter pulogadung
photo Nurito - Beritajakarta.id

Jalan Inspeksi Saluran PHB Pulogadung Ambles

Akibat dilewati alat berat bechoe, jalan inspeksi saluran penghubung (PHB) Pulogadung, Jakarta Timur ambles. Akibatnya pengguna kendaraan bermotor harus ekstra hati-hati saat melintas agar tidak terperosok.

Awalnya hanya retak memanjang di tengah jalan. Namun secara bertahap, akhirnya ya kondisinya seperti ini, jalanan terbelah dua dan ambles

Pantauan beritajakarta.com, jalan dengan lebar 8 meter dan panjang sekitar 200 meter ini retak memanjang sekitar 100 meter. Kemudian sepanjang 30 meter di antaranya amblas dengan kedalaman 50 sentimeter. Jalan inspeksi ini juga terbelah menjadi dua dan terdapat lubang menganga memanjang di tengah jalan.

Pada bagian jalan yang ambles itu dipasangi karung pasir pengaman bertumpuk sepanjang 20 meter. Karung pasir ini untuk menutupi bagian jalan yang menganga.

Jl Cipinang Cempedak IV Nyaris Amblas

Somad (45), warga setempat menuturkan, bechoe tersebut digunakan untuk pengerukan saluran PHB Pulogadung sepanjang 200 meter, mulai dari jembatan Jalan Bekasi Raya hingga Pintu Air Kali Sunter. Tepatnya di belakang tembok pengaman PT Aneka Tambang.

"Awalnya hanya retak memanjang di tengah jalan. Namun secara bertahap, akhirnya ya kondisinya seperti ini, jalanan terbelah dua dan ambles," kata Somad, Selasa (11/11).

Amblesnya jalan itu juga membuat para pengusaha Rumah Potong Unggas (RPU) Pulogadung mengeluh. Pasalnya, jalan tersebut merupakan akses utama keluar masuk kendaraan pengangkut ayam potong.

Arman (38), salah seorang pegawai di RPU Pulogadung menuturkan, amblesnya jalan itu sudah berlangsung sejak Jumat (7/11) lalu, akibat bolak balik dilintasi bechoe.

"Kami bersama pengurus RT sudah protes soal amblesnya jalan ini, tapi tidak direspon. Amblesnya jalan ini jelas merugikan kami, karena jalan ini jadi jalur utama keluar masuk kendaraan pengangkut ayam potong," kata Arman.

Arman mengungkapkan, sekitar lima tahun lalu kasus yang sama pernah terjadi. Namun warga kemudian berinisiatif memperbaiki jalan yang ambles tersebut. "Jalan ini bukan hanya dibutuhkan RPU Pulogadung, tapi juga menjadi akses warga umum lainnya," ujarnya.

Penggunaan bechoe itu ternyata bukan hanya berakibat jalanan ambles, namun juga memicu terjadinya longsor turap saluran PHB sepanjang sekitar 20 meter. Imbasnya, pengerukan lumpur tidak bisa dilakukan maksimal. Sisa pengerukan lumpur terlihat masih menumpuk di sepanjang dasar saluran PHB tersebut.

Kepala Seksi Konservasi Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Timur, Nursiwan menjelaskan, pihaknya akan membantu memperbaiki jalan yang rusak akibat dilewati bechoe. "Jalanan akan dibeton kembali dan dikerjakan minggu ini juga," ujarnya.

Menurut Nursiwan, untuk pengerukan saluran PHB Pulogadung akan dilanjutkan secara manual. Sebab jika dipaksakan menggunakan alat berat, maka jalan inspeksi yang dilintasinya akan semakin rusak

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Bangunan Arena Padel di Kembangan Disegel

    access_time09-03-2026 remove_red_eye6789 personBudhi Firmansyah Surapati
  2. Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi Terjadi Dua Kali

    access_time12-03-2026 remove_red_eye6166 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Atasi Sampah, Pemprov DKI Usulkan Pembangunan Tiga PLTSa

    access_time12-03-2026 remove_red_eye1402 personDessy Suciati
  4. 150 Personel Gulkarmat Atasi Kebakaran di Bintaro

    access_time14-03-2026 remove_red_eye1291 personTiyo Surya Sakti
  5. Pemprov DKI Terus Upayakan Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan

    access_time13-03-2026 remove_red_eye1241 personAldi Geri Lumban Tobing